...
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Info Buku

:

Segera Terbit

:

173 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

:

Firmita Dwiseli | Odi R. Pinontoan

:

Wilayah pesisir dan kepulauan merupakan kawasan yang memiliki karakteristik geografis, ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang khas. Kekayaan sumber daya laut dan keanekaragaman ekosistem yang dimilikinya menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari penyakit menular dan penyakit tidak menular, permasalahan gizi, risiko kesehatan kerja maritim, hingga dampak perubahan iklim. Kondisi ini memerlukan pendekatan epidemiologi yang mampu memahami keterkaitan antara manusia, lingkungan, perilaku, dan determinan sosial kesehatan.

Buku Epidemiologi Kawasan Pesisir dan Kepulauan hadir sebagai referensi ilmiah yang membahas berbagai aspek epidemiologi dalam konteks kesehatan masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan. Buku ini memberikan pemahaman mengenai distribusi penyakit, faktor risiko kesehatan, serta pendekatan pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan yang mempertimbangkan karakteristik geografis dan lingkungan masyarakat kepulauan.

Pembahasan diawali dengan konsep dasar epidemiologi pesisir dan kepulauan, termasuk pendekatan eco-epidemiology yang menekankan hubungan dinamis antara kondisi ekosistem, faktor biologis, perilaku manusia, dan kesehatan populasi. Pendekatan ini menjadi landasan dalam memahami berbagai permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi.

Buku ini juga menguraikan epidemiologi penyakit menular yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir, seperti penyakit berbasis air, penyakit yang ditularkan melalui vektor, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan kesehatan kulit. Selain itu, pembahasan mengenai transisi epidemiologi memberikan gambaran tentang perubahan pola penyakit serta meningkatnya tantangan penyakit tidak menular pada masyarakat pesisir dan kepulauan.

Aspek epidemiologi gizi komunitas turut menjadi bagian penting dalam buku ini, terutama dalam memahami determinan masalah gizi, distribusi gangguan gizi, dan berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Pembahasan selanjutnya mencakup epidemiologi keselamatan dan kesehatan kerja maritim, dengan perhatian pada karakteristik pekerjaan nelayan dan kelompok pekerja laut, identifikasi bahaya, serta risiko gangguan kesehatan akibat aktivitas pekerjaan.

Dalam menghadapi tantangan lingkungan global, buku ini juga memberikan perhatian pada perubahan iklim beserta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat kepulauan. Strategi mitigasi dan adaptasi dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat yang berada di kawasan rentan terhadap perubahan lingkungan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, praktisi kesehatan masyarakat, pengelola program kesehatan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kesehatan wilayah pesisir dan kepulauan.

Melalui pembahasan yang mengintegrasikan perspektif epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi, kesehatan kerja, dan perubahan iklim, buku ini diharapkan dapat memperluas wawasan serta menjadi landasan dalam pengembangan penelitian, perencanaan program, dan penyusunan intervensi kesehatan masyarakat yang kontekstual dan berbasis bukti. Kehadiran buku ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan yang menyeluruh, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan Indonesia.

LinkedIn
Facebook
Telegram
WhatsApp
Info Buku

:

Segera Terbit

:

173 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

Firmita Dwiseli | Odi R. Pinontoan

Wilayah pesisir dan kepulauan merupakan kawasan yang memiliki karakteristik geografis, ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang khas. Kekayaan sumber daya laut dan keanekaragaman ekosistem yang dimilikinya menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari penyakit menular dan penyakit tidak menular, permasalahan gizi, risiko kesehatan kerja maritim, hingga dampak perubahan iklim. Kondisi ini memerlukan pendekatan epidemiologi yang mampu memahami keterkaitan antara manusia, lingkungan, perilaku, dan determinan sosial kesehatan.

Buku Epidemiologi Kawasan Pesisir dan Kepulauan hadir sebagai referensi ilmiah yang membahas berbagai aspek epidemiologi dalam konteks kesehatan masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan. Buku ini memberikan pemahaman mengenai distribusi penyakit, faktor risiko kesehatan, serta pendekatan pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan yang mempertimbangkan karakteristik geografis dan lingkungan masyarakat kepulauan.

Pembahasan diawali dengan konsep dasar epidemiologi pesisir dan kepulauan, termasuk pendekatan eco-epidemiology yang menekankan hubungan dinamis antara kondisi ekosistem, faktor biologis, perilaku manusia, dan kesehatan populasi. Pendekatan ini menjadi landasan dalam memahami berbagai permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi.

Buku ini juga menguraikan epidemiologi penyakit menular yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir, seperti penyakit berbasis air, penyakit yang ditularkan melalui vektor, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan kesehatan kulit. Selain itu, pembahasan mengenai transisi epidemiologi memberikan gambaran tentang perubahan pola penyakit serta meningkatnya tantangan penyakit tidak menular pada masyarakat pesisir dan kepulauan.

Aspek epidemiologi gizi komunitas turut menjadi bagian penting dalam buku ini, terutama dalam memahami determinan masalah gizi, distribusi gangguan gizi, dan berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Pembahasan selanjutnya mencakup epidemiologi keselamatan dan kesehatan kerja maritim, dengan perhatian pada karakteristik pekerjaan nelayan dan kelompok pekerja laut, identifikasi bahaya, serta risiko gangguan kesehatan akibat aktivitas pekerjaan.

Dalam menghadapi tantangan lingkungan global, buku ini juga memberikan perhatian pada perubahan iklim beserta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat kepulauan. Strategi mitigasi dan adaptasi dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat yang berada di kawasan rentan terhadap perubahan lingkungan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, praktisi kesehatan masyarakat, pengelola program kesehatan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kesehatan wilayah pesisir dan kepulauan.

Melalui pembahasan yang mengintegrasikan perspektif epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi, kesehatan kerja, dan perubahan iklim, buku ini diharapkan dapat memperluas wawasan serta menjadi landasan dalam pengembangan penelitian, perencanaan program, dan penyusunan intervensi kesehatan masyarakat yang kontekstual dan berbasis bukti. Kehadiran buku ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan yang menyeluruh, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan Indonesia.

:

Segera Terbit

:

173 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

Firmita Dwiseli | Odi R. Pinontoan

Wilayah pesisir dan kepulauan merupakan kawasan yang memiliki karakteristik geografis, ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang khas. Kekayaan sumber daya laut dan keanekaragaman ekosistem yang dimilikinya menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari penyakit menular dan penyakit tidak menular, permasalahan gizi, risiko kesehatan kerja maritim, hingga dampak perubahan iklim. Kondisi ini memerlukan pendekatan epidemiologi yang mampu memahami keterkaitan antara manusia, lingkungan, perilaku, dan determinan sosial kesehatan.

Buku Epidemiologi Kawasan Pesisir dan Kepulauan hadir sebagai referensi ilmiah yang membahas berbagai aspek epidemiologi dalam konteks kesehatan masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan. Buku ini memberikan pemahaman mengenai distribusi penyakit, faktor risiko kesehatan, serta pendekatan pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan yang mempertimbangkan karakteristik geografis dan lingkungan masyarakat kepulauan.

Pembahasan diawali dengan konsep dasar epidemiologi pesisir dan kepulauan, termasuk pendekatan eco-epidemiology yang menekankan hubungan dinamis antara kondisi ekosistem, faktor biologis, perilaku manusia, dan kesehatan populasi. Pendekatan ini menjadi landasan dalam memahami berbagai permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi.

Buku ini juga menguraikan epidemiologi penyakit menular yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir, seperti penyakit berbasis air, penyakit yang ditularkan melalui vektor, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan kesehatan kulit. Selain itu, pembahasan mengenai transisi epidemiologi memberikan gambaran tentang perubahan pola penyakit serta meningkatnya tantangan penyakit tidak menular pada masyarakat pesisir dan kepulauan.

Aspek epidemiologi gizi komunitas turut menjadi bagian penting dalam buku ini, terutama dalam memahami determinan masalah gizi, distribusi gangguan gizi, dan berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Pembahasan selanjutnya mencakup epidemiologi keselamatan dan kesehatan kerja maritim, dengan perhatian pada karakteristik pekerjaan nelayan dan kelompok pekerja laut, identifikasi bahaya, serta risiko gangguan kesehatan akibat aktivitas pekerjaan.

Dalam menghadapi tantangan lingkungan global, buku ini juga memberikan perhatian pada perubahan iklim beserta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat kepulauan. Strategi mitigasi dan adaptasi dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat yang berada di kawasan rentan terhadap perubahan lingkungan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, praktisi kesehatan masyarakat, pengelola program kesehatan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kesehatan wilayah pesisir dan kepulauan.

Melalui pembahasan yang mengintegrasikan perspektif epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi, kesehatan kerja, dan perubahan iklim, buku ini diharapkan dapat memperluas wawasan serta menjadi landasan dalam pengembangan penelitian, perencanaan program, dan penyusunan intervensi kesehatan masyarakat yang kontekstual dan berbasis bukti. Kehadiran buku ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan yang menyeluruh, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan Indonesia.

10 Buku Terbitan Terbaru

Yayasan Bina Lentera Insan

...

Chat ke Mimin
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Hubungi Kami