...
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Info Buku

:

Segera Terbit

:

243 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

:

Buku Siapa Kamu di Internet: Panduan Merawat Jejak Digital dan Membangun Jejak Nyata di Dunia Maya hadir sebagai kompas praktis bagi siapa saja yang ingin berselancar di ruang siber secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Berawal dari pertanyaan sederhana tentang identitas diri di dunia maya, buku ini mengupas bagaimana setiap like, komentar, hingga unggahan sepele membentuk rekam jejak yang akan terus melekat. Tanpa menakut-nakuti, pembaca diajak menyadari bahwa jejak digital bukan sekadar sisa aktivitas, melainkan cerminan personal branding yang membuka atau justru menutup peluang di masa depan.

Di dalamnya, pembaca dibekali panduan konkret untuk menghadapi berbagai sisi dinamis internet. Mulai dari menjaga privasi, menghindari bahaya oversharing dan penipuan phishing, hingga mengasah daya kritis dalam menyaring hoaks serta disinformasi sebelum membagikannya. Tak berhenti pada aspek teknis dan keamanan, buku ini juga menaruh perhatian besar pada kesehatan mental pengguna media sosial—membantu mengatasi jebakan scrolling tanpa henti, fenomena FOMO, serta perundungan siber (cyberbullying) melalui batas digital yang sehat.

Disajikan dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menepis anggapan bahwa pengguna internet harus selalu sempurna. Penulis merangkul setiap kesalahan masa lalu di dunia maya sebagai bagian dari proses belajar. Pada akhirnya, buku ini menjadi teman perjalanan yang menginspirasi kita untuk selalu berpikir sebelum mengunggah, memastikan bahwa cerita yang kita tinggalkan di internet adalah warisan digital yang membanggakan.

LinkedIn
Facebook
Telegram
WhatsApp
Info Buku

:

Segera Terbit

:

243 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

Buku Siapa Kamu di Internet: Panduan Merawat Jejak Digital dan Membangun Jejak Nyata di Dunia Maya hadir sebagai kompas praktis bagi siapa saja yang ingin berselancar di ruang siber secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Berawal dari pertanyaan sederhana tentang identitas diri di dunia maya, buku ini mengupas bagaimana setiap like, komentar, hingga unggahan sepele membentuk rekam jejak yang akan terus melekat. Tanpa menakut-nakuti, pembaca diajak menyadari bahwa jejak digital bukan sekadar sisa aktivitas, melainkan cerminan personal branding yang membuka atau justru menutup peluang di masa depan.

Di dalamnya, pembaca dibekali panduan konkret untuk menghadapi berbagai sisi dinamis internet. Mulai dari menjaga privasi, menghindari bahaya oversharing dan penipuan phishing, hingga mengasah daya kritis dalam menyaring hoaks serta disinformasi sebelum membagikannya. Tak berhenti pada aspek teknis dan keamanan, buku ini juga menaruh perhatian besar pada kesehatan mental pengguna media sosial—membantu mengatasi jebakan scrolling tanpa henti, fenomena FOMO, serta perundungan siber (cyberbullying) melalui batas digital yang sehat.

Disajikan dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menepis anggapan bahwa pengguna internet harus selalu sempurna. Penulis merangkul setiap kesalahan masa lalu di dunia maya sebagai bagian dari proses belajar. Pada akhirnya, buku ini menjadi teman perjalanan yang menginspirasi kita untuk selalu berpikir sebelum mengunggah, memastikan bahwa cerita yang kita tinggalkan di internet adalah warisan digital yang membanggakan.

:

Segera Terbit

:

243 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

H.K. Repi

Radinal Muhdar

Buku Siapa Kamu di Internet: Panduan Merawat Jejak Digital dan Membangun Jejak Nyata di Dunia Maya hadir sebagai kompas praktis bagi siapa saja yang ingin berselancar di ruang siber secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Berawal dari pertanyaan sederhana tentang identitas diri di dunia maya, buku ini mengupas bagaimana setiap like, komentar, hingga unggahan sepele membentuk rekam jejak yang akan terus melekat. Tanpa menakut-nakuti, pembaca diajak menyadari bahwa jejak digital bukan sekadar sisa aktivitas, melainkan cerminan personal branding yang membuka atau justru menutup peluang di masa depan.

Di dalamnya, pembaca dibekali panduan konkret untuk menghadapi berbagai sisi dinamis internet. Mulai dari menjaga privasi, menghindari bahaya oversharing dan penipuan phishing, hingga mengasah daya kritis dalam menyaring hoaks serta disinformasi sebelum membagikannya. Tak berhenti pada aspek teknis dan keamanan, buku ini juga menaruh perhatian besar pada kesehatan mental pengguna media sosial—membantu mengatasi jebakan scrolling tanpa henti, fenomena FOMO, serta perundungan siber (cyberbullying) melalui batas digital yang sehat.

Disajikan dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menepis anggapan bahwa pengguna internet harus selalu sempurna. Penulis merangkul setiap kesalahan masa lalu di dunia maya sebagai bagian dari proses belajar. Pada akhirnya, buku ini menjadi teman perjalanan yang menginspirasi kita untuk selalu berpikir sebelum mengunggah, memastikan bahwa cerita yang kita tinggalkan di internet adalah warisan digital yang membanggakan.

10 Buku Terbitan Terbaru

Yayasan Bina Lentera Insan

...

Chat ke Mimin
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Hubungi Kami