
Jadilah lentera yang menerangi

Jadilah lentera yang menerangi
:
Telah Terbit
:
156 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
:
978-634-7088-88-8 (PDF)
:
:
Krest Donald Tolosang | Een N.Walewangko | Hendrik Gamaliel
:
Buku Ekonomi Keuangan Daerah membahas secara menyeluruh konsep, teori, kebijakan, dan praktik pengelolaan keuangan daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia. Buku ini menghadirkan uraian mengenai kedudukan keuangan daerah sebagai instrumen strategis dalam mendukung pelayanan publik, pembangunan ekonomi lokal, pemerataan pembangunan, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.
Pembahasan diawali dengan konsep dasar keuangan daerah, ruang lingkup pengelolaan keuangan daerah, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, serta dasar hukum yang menjadi landasan penyelenggaraannya. Selanjutnya, buku ini menguraikan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah sebagai dua konsep utama yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Desentralisasi fiskal dipahami sebagai mekanisme pendanaan yang mendukung pelaksanaan otonomi daerah, sementara otonomi daerah menjadi ruang kewenangan bagi daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai dengan potensi serta kebutuhan lokal.
Buku ini juga mengkaji teori-teori penting dalam desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, termasuk teori klasik maupun pendekatan modern yang menekankan efisiensi, akuntabilitas, tata kelola, dan penguatan kapasitas fiskal. Selain itu, pembahasan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disajikan secara sistematis, mulai dari konsep, fungsi, struktur, hingga proses penyusunannya. Bagian berikutnya membahas sumber pendapatan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah (TKD), strategi peningkatan pendapatan, pengelolaan belanja, serta pembiayaan daerah.
Keunggulan buku ini terletak pada pembahasannya yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mengaitkan keuangan daerah dengan isu-isu aktual, seperti kebijakan keuangan negara pada masa COVID-19, reformasi keuangan daerah, digitalisasi tata kelola fiskal, ketergantungan daerah terhadap dana transfer, serta tantangan kemandirian fiskal di Indonesia. Dengan demikian, buku ini relevan digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, aparatur pemerintah daerah, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum yang ingin memahami dinamika ekonomi keuangan daerah secara komprehensif.
10 Buku Terbitan Terbaru YBLI
:
Telah Terbit
:
156 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
:
978-634-7088-88-8 (PDF)
Krest Donald Tolosang | Een N.Walewangko | Hendrik Gamaliel
Buku Ekonomi Keuangan Daerah membahas secara menyeluruh konsep, teori, kebijakan, dan praktik pengelolaan keuangan daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia. Buku ini menghadirkan uraian mengenai kedudukan keuangan daerah sebagai instrumen strategis dalam mendukung pelayanan publik, pembangunan ekonomi lokal, pemerataan pembangunan, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.
Pembahasan diawali dengan konsep dasar keuangan daerah, ruang lingkup pengelolaan keuangan daerah, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, serta dasar hukum yang menjadi landasan penyelenggaraannya. Selanjutnya, buku ini menguraikan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah sebagai dua konsep utama yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Desentralisasi fiskal dipahami sebagai mekanisme pendanaan yang mendukung pelaksanaan otonomi daerah, sementara otonomi daerah menjadi ruang kewenangan bagi daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai dengan potensi serta kebutuhan lokal.
Buku ini juga mengkaji teori-teori penting dalam desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, termasuk teori klasik maupun pendekatan modern yang menekankan efisiensi, akuntabilitas, tata kelola, dan penguatan kapasitas fiskal. Selain itu, pembahasan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disajikan secara sistematis, mulai dari konsep, fungsi, struktur, hingga proses penyusunannya. Bagian berikutnya membahas sumber pendapatan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah (TKD), strategi peningkatan pendapatan, pengelolaan belanja, serta pembiayaan daerah.
Keunggulan buku ini terletak pada pembahasannya yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mengaitkan keuangan daerah dengan isu-isu aktual, seperti kebijakan keuangan negara pada masa COVID-19, reformasi keuangan daerah, digitalisasi tata kelola fiskal, ketergantungan daerah terhadap dana transfer, serta tantangan kemandirian fiskal di Indonesia. Dengan demikian, buku ini relevan digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, aparatur pemerintah daerah, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum yang ingin memahami dinamika ekonomi keuangan daerah secara komprehensif.
10 Buku Terbitan Terbaru YBLI
:
:
Telah Terbit
:
156 Halaman
:
15,5 x 23 Cm
:
Indonesia
:
2026
:
978-634-7088-88-8 (PDF)
Krest Donald Tolosang | Een N.Walewangko | Hendrik Gamaliel
Buku Ekonomi Keuangan Daerah membahas secara menyeluruh konsep, teori, kebijakan, dan praktik pengelolaan keuangan daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia. Buku ini menghadirkan uraian mengenai kedudukan keuangan daerah sebagai instrumen strategis dalam mendukung pelayanan publik, pembangunan ekonomi lokal, pemerataan pembangunan, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.
Pembahasan diawali dengan konsep dasar keuangan daerah, ruang lingkup pengelolaan keuangan daerah, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, serta dasar hukum yang menjadi landasan penyelenggaraannya. Selanjutnya, buku ini menguraikan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah sebagai dua konsep utama yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Desentralisasi fiskal dipahami sebagai mekanisme pendanaan yang mendukung pelaksanaan otonomi daerah, sementara otonomi daerah menjadi ruang kewenangan bagi daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai dengan potensi serta kebutuhan lokal.
Buku ini juga mengkaji teori-teori penting dalam desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, termasuk teori klasik maupun pendekatan modern yang menekankan efisiensi, akuntabilitas, tata kelola, dan penguatan kapasitas fiskal. Selain itu, pembahasan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disajikan secara sistematis, mulai dari konsep, fungsi, struktur, hingga proses penyusunannya. Bagian berikutnya membahas sumber pendapatan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah (TKD), strategi peningkatan pendapatan, pengelolaan belanja, serta pembiayaan daerah.
Keunggulan buku ini terletak pada pembahasannya yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mengaitkan keuangan daerah dengan isu-isu aktual, seperti kebijakan keuangan negara pada masa COVID-19, reformasi keuangan daerah, digitalisasi tata kelola fiskal, ketergantungan daerah terhadap dana transfer, serta tantangan kemandirian fiskal di Indonesia. Dengan demikian, buku ini relevan digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, aparatur pemerintah daerah, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum yang ingin memahami dinamika ekonomi keuangan daerah secara komprehensif.
...
Informasi YBLI
Unit Kegiatan
Sekretariat YBLI
Kontak
Jam Operasional
Hubungi Kami