Ketua Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI), Asep Rahman, menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Tim Pelaksana Program KONEKSI. Kegiatan kolaboratif berskala internasional antara Politeknik Negeri Manado, Universitas Sam Ratulangi, dan Griffith University Australia ini mengangkat tema “Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Teknologi dan Energi Terbarukan”. Forum yang berlangsung di Hotel Sentra Manado ini bertujuan untuk merumuskan sistem pengolahan sampah berkelanjutan dengan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).
Dalam kesempatan tersebut, YBLI secara khusus membagikan pengalaman konkretnya dalam menjalankan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas. Melalui praktik baik yang telah diimplementasikan dalam Project RISE dimana melibatkan anak muda dan partisipasi sekolah, YBLI juga memaparkan bagaimana pelibatan aktif warga menjadi solusi efektif atas kompleksnya masalah sampah domestik. Selain itu, dipaparkan pula berbagai aktivitas Inklusi Sosial yang selama ini dijalankan yayasan, terutama dalam membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan bagi kelompok disabilitas agar memiliki peran setara dalam aksi lingkungan.
Kontribusi YBLI dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat rekomendasi model implementasi berbasis komunitas yang ramah sosial dan adaptif terhadap teknologi lokal. Melalui sinergi Program KONEKSI ini, YBLI berkomitmen untuk terus mendorong integrasi aspek GEDSI dan penguatan ekonomi sirkular, sehingga program pengelolaan lingkungan ke depan tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.









