Sebagai mitra pelaksana dalam pemberdayaan disabilitas, Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) secara resmi memaparkan laporan hasil pelaksanaan Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Bertempat di Ruang Meeting Kantor Pertamina Patra Niaga IT Bitung, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi yayasan untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kota Bitung yang inklusif dan berkemajuan.
Dalam sesi paparan, pihak yayasan menyampaikan perkembangan lima kelas pelatihan utama yang telah dijalankan, yaitu Kelas Membatik, Menjahit, Dasar Komputer, Produksi Souvenir, dan Barista. Meskipun peserta menunjukkan potensi besar untuk berdaya secara ekonomi, pihak yayasan menekankan bahwa dukungan berkelanjutan sangat diperlukan agar hasil pelatihan tersebut dapat terhubung dengan peluang kerja dan ekosistem usaha yang nyata.
Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, hadir memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Beliau menyatakan optimisme bahwa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan swasta, program pemberdayaan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.
Hadir dalam diskusi strategis ini perwakilan dari Bappeda Kota Bitung, Dinas Ketenagakerjaan, serta jajaran dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata. Dukungan juga datang dari tingkat kewilayahan yang dihadiri oleh Camat Madidir dan Camat Maesa guna menyelaraskan program inklusi di tingkat lokal.
Melalui FGD ini, Yayasan Bina Lentera Insan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk menyusun rencana tindak lanjut yang lebih komprehensif. Masukan dan evaluasi yang terjaring akan menjadi dasar bagi yayasan dalam menyempurnakan program pada periode berikutnya agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kemandirian penyandang disabilitas di Kota Bitung.







