Perwakilan Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) turut hadir dalam kegiatan GEDSI Writing Training: Penulisan Populer Inklusif yang diselenggarakan oleh KONEKSI bersama Yayasan BaKTI di Manado Teteli Resort, Sulawesi Utara, pada 28–30 Juli 2026. Selama tiga hari, sebanyak 17 peserta yang merupakan anggota Jaringan Peneliti Indonesia Timur (JiKTI) Sulawesi Utara dan Jaringan SAPDA berlatih mengubah hasil riset menjadi tulisan populer yang mudah dipahami masyarakat tanpa mengurangi kedalaman analisisnya. Suasana belajar menjadi semakin kaya karena mempertemukan akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengemas narasi berbasis data agar lebih lugas serta mengedepankan prinsip kesetaraan.
Proses pelatihan ini didampingi langsung oleh dua pemateri ahli, yakni Lies Marcoes-Natsir selaku pakar GEDSI dan Nurhady Sirimorok sebagai peneliti sekaligus penulis. Lies Marcoes mengajak peserta mengintegrasikan perspektif gender, disabilitas, dan inklusi sosial untuk memperkuat analisis, menekankan bahwa fenomena yang melibatkan manusia selalu memiliki unsur GEDSI agar kelompok rentan tidak terabaikan dalam narasi publik. Sementara itu, Nurhady Sirimorok membimbing peserta dalam menyusun alur cerita, mempertajam argumen, serta memilih gaya bahasa yang komunikatif, mengingat artikel ilmiah populer ditujukan untuk dibaca oleh masyarakat luas dan bukan hanya para ahli.
Melalui kegiatan ini, YBLI bersama KONEKSI dan Yayasan BaKTI kembali menegaskan komitmen bahwa penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata. Keikutsertaan YBLI dalam agenda ini menjadi langkah nyata untuk mendukung penyebaran informasi yang inklusif dan mudah diakses. Ketika temuan riset mampu diterjemahkan menjadi tulisan yang renyah dan komunikatif, pengetahuan akan lebih mudah menjangkau masyarakat, memperkaya diskusi publik, sekaligus menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap keberagaman serta kebutuhan semua kelompok.




