Bahasa:
- Indonesia
Status Rilisan:
- Segera Terbit

Jadilah lentera yang menerangi

Jadilah lentera yang menerangi
Bahasa:
Status Rilisan:
Buku ini membahas pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai solusi ramah lingkungan dalam proses fitoremediasi pencemaran logam berat, khususnya pada limbah pertambangan dan perairan tercemar. Pembahasan diawali dengan konsep dasar pencemaran logam berat, sumber kontaminasi, perilaku logam di lingkungan, serta dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan manusia melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi. Selanjutnya, buku ini menguraikan mekanisme fitoremediasi oleh tanaman kelor, termasuk proses penyerapan, translokasi, penyimpanan logam dalam jaringan tanaman, serta peran senyawa fitokelatin dan metallothionein dalam detoksifikasi logam berat.
Melalui pendekatan ilmiah dan studi kasus laboratorium maupun lapangan, buku ini menunjukkan efektivitas biji kelor dalam menurunkan kadar logam berat seperti Cd, Cu, Pb, Hg, dan As pada limbah tambang. Selain itu, dijelaskan pula hasil analisis GC-MS yang mengidentifikasi berbagai senyawa aktif pada biji kelor yang berperan sebagai koagulan alami dan adsorben logam berat. Buku ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas fitoremediasi, tantangan penerapan di lapangan, keterbatasan teknologi, serta strategi pengembangan sistem pengolahan limbah berbasis nature-based solution yang berkelanjutan.
Buku ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi lingkungan, serta pemangku kebijakan dalam memahami potensi tanaman kelor sebagai teknologi alternatif yang ekonomis, ekologis, dan berkelanjutan untuk pengelolaan pencemaran lingkungan.
#10 Buku Terbitan Terbaru
Yayasan Bina Lentera Insan
Buku ini membahas pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai solusi ramah lingkungan dalam proses fitoremediasi pencemaran logam berat, khususnya pada limbah pertambangan dan perairan tercemar. Pembahasan diawali dengan konsep dasar pencemaran logam berat, sumber kontaminasi, perilaku logam di lingkungan, serta dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan manusia melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi. Selanjutnya, buku ini menguraikan mekanisme fitoremediasi oleh tanaman kelor, termasuk proses penyerapan, translokasi, penyimpanan logam dalam jaringan tanaman, serta peran senyawa fitokelatin dan metallothionein dalam detoksifikasi logam berat.
Melalui pendekatan ilmiah dan studi kasus laboratorium maupun lapangan, buku ini menunjukkan efektivitas biji kelor dalam menurunkan kadar logam berat seperti Cd, Cu, Pb, Hg, dan As pada limbah tambang. Selain itu, dijelaskan pula hasil analisis GC-MS yang mengidentifikasi berbagai senyawa aktif pada biji kelor yang berperan sebagai koagulan alami dan adsorben logam berat. Buku ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas fitoremediasi, tantangan penerapan di lapangan, keterbatasan teknologi, serta strategi pengembangan sistem pengolahan limbah berbasis nature-based solution yang berkelanjutan.
Buku ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi lingkungan, serta pemangku kebijakan dalam memahami potensi tanaman kelor sebagai teknologi alternatif yang ekonomis, ekologis, dan berkelanjutan untuk pengelolaan pencemaran lingkungan.
#10 Buku Terbitan Terbaru
Yayasan Bina Lentera Insan
Buku ini membahas pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai solusi ramah lingkungan dalam proses fitoremediasi pencemaran logam berat, khususnya pada limbah pertambangan dan perairan tercemar. Pembahasan diawali dengan konsep dasar pencemaran logam berat, sumber kontaminasi, perilaku logam di lingkungan, serta dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan manusia melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi. Selanjutnya, buku ini menguraikan mekanisme fitoremediasi oleh tanaman kelor, termasuk proses penyerapan, translokasi, penyimpanan logam dalam jaringan tanaman, serta peran senyawa fitokelatin dan metallothionein dalam detoksifikasi logam berat.
Melalui pendekatan ilmiah dan studi kasus laboratorium maupun lapangan, buku ini menunjukkan efektivitas biji kelor dalam menurunkan kadar logam berat seperti Cd, Cu, Pb, Hg, dan As pada limbah tambang. Selain itu, dijelaskan pula hasil analisis GC-MS yang mengidentifikasi berbagai senyawa aktif pada biji kelor yang berperan sebagai koagulan alami dan adsorben logam berat. Buku ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas fitoremediasi, tantangan penerapan di lapangan, keterbatasan teknologi, serta strategi pengembangan sistem pengolahan limbah berbasis nature-based solution yang berkelanjutan.
Buku ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi lingkungan, serta pemangku kebijakan dalam memahami potensi tanaman kelor sebagai teknologi alternatif yang ekonomis, ekologis, dan berkelanjutan untuk pengelolaan pencemaran lingkungan.
...