...
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Info Buku

:

Segera Terbit

:

206 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

:

apt. Nurfitriyana, M.Farm; apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm; Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si

:

Buku referensi berjudul “Farmakognosi: Kajian Ilmiah Bahan Alam untuk Pengembangan Obat” karya apt. Nurfitriyana, M.Farm, apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm, dan Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si., yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Lentera Insan (2026) setebal 206 halaman, menyajikan kajian komprehensif mengenai konsep dasar, metode ilmiah, dan aplikasi farmakognosi. Buku ini bertujuan mentransformasi penggunaan bahan alam dari pengalaman empiris tradisional menjadi produk kesehatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, eksplorasi kekayaan hayati Indonesia yang mencakup tumbuhan, hewan, mikroorganisme, biota laut, hingga mineral dituntut untuk selalu ditunjang oleh pembuktian mutu, efektivitas, keamanan, dan keberlanjutan.

Secara sistematis, buku ini terbagi ke dalam sembilan bab pembahasan utama yang mencakup seluruh aspek mendasar dan aplikatif kefarmasian. Pembahasan diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan konsep, sejarah, ruang lingkup, serta peran farmakognosi dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain. Selanjutnya, buku ini menguraikan keragaman sumber bahan alam serta tahapan penanganan simplisia dan standardisasinya melalui pengujian makroskopik, mikroskopik, hingga penetapan parameter spesifik dan nonspesifik. Konsep metabolit primer dan sekunder, jalur biosintesis, serta pengaruh faktor lingkungan dan genetik turut ditelaah secara mendalam bersamaan dengan eksplorasi berbagai golongan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan minyak atsiri. Dari sisi metodologi, dijelaskan prinsip ekstraksi konvensional maupun modern (green extraction), pemekatan ekstrak, metode skrining fitokimia kualitatif, hingga uji aktivitas biologis secara in vitro dan in vivo seperti uji antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Pembahasan ditutup dengan studi kasus bahan alam Indonesia melalui analisis kromatografi (KLT/KCKT) dan contoh pengembangan pegagan (Centella asiatica) sebagai bahan aktif.

Sebagai panduan akademik, buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi di bidang farmasi. Melalui pendekatan ilmiah terintegrasi, karya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teoretis, membina sikap kritis analitis, serta menginspirasi berbagai riset dan inovasi baru dalam pengembangan obat herbal terstandar, fitofarmaka, maupun produk kosmetik berbasis kekayaan hayati.

LinkedIn
Facebook
Telegram
WhatsApp
Info Buku

:

Segera Terbit

:

206 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

apt. Nurfitriyana, M.Farm; apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm; Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si

Buku referensi berjudul “Farmakognosi: Kajian Ilmiah Bahan Alam untuk Pengembangan Obat” karya apt. Nurfitriyana, M.Farm, apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm, dan Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si., yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Lentera Insan (2026) setebal 206 halaman, menyajikan kajian komprehensif mengenai konsep dasar, metode ilmiah, dan aplikasi farmakognosi. Buku ini bertujuan mentransformasi penggunaan bahan alam dari pengalaman empiris tradisional menjadi produk kesehatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, eksplorasi kekayaan hayati Indonesia yang mencakup tumbuhan, hewan, mikroorganisme, biota laut, hingga mineral dituntut untuk selalu ditunjang oleh pembuktian mutu, efektivitas, keamanan, dan keberlanjutan.

Secara sistematis, buku ini terbagi ke dalam sembilan bab pembahasan utama yang mencakup seluruh aspek mendasar dan aplikatif kefarmasian. Pembahasan diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan konsep, sejarah, ruang lingkup, serta peran farmakognosi dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain. Selanjutnya, buku ini menguraikan keragaman sumber bahan alam serta tahapan penanganan simplisia dan standardisasinya melalui pengujian makroskopik, mikroskopik, hingga penetapan parameter spesifik dan nonspesifik. Konsep metabolit primer dan sekunder, jalur biosintesis, serta pengaruh faktor lingkungan dan genetik turut ditelaah secara mendalam bersamaan dengan eksplorasi berbagai golongan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan minyak atsiri. Dari sisi metodologi, dijelaskan prinsip ekstraksi konvensional maupun modern (green extraction), pemekatan ekstrak, metode skrining fitokimia kualitatif, hingga uji aktivitas biologis secara in vitro dan in vivo seperti uji antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Pembahasan ditutup dengan studi kasus bahan alam Indonesia melalui analisis kromatografi (KLT/KCKT) dan contoh pengembangan pegagan (Centella asiatica) sebagai bahan aktif.

Sebagai panduan akademik, buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi di bidang farmasi. Melalui pendekatan ilmiah terintegrasi, karya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teoretis, membina sikap kritis analitis, serta menginspirasi berbagai riset dan inovasi baru dalam pengembangan obat herbal terstandar, fitofarmaka, maupun produk kosmetik berbasis kekayaan hayati.

:

Segera Terbit

:

206 Halaman

:

15,5 x 23 Cm

:

Indonesia

:

2026

apt. Nurfitriyana, M.Farm; apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm; Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si

Buku referensi berjudul “Farmakognosi: Kajian Ilmiah Bahan Alam untuk Pengembangan Obat” karya apt. Nurfitriyana, M.Farm, apt. Dyah Ayuwati Waluyo, M.Farm, dan Ika Aulia Rahmi, S.Farm., M.Si., yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Lentera Insan (2026) setebal 206 halaman, menyajikan kajian komprehensif mengenai konsep dasar, metode ilmiah, dan aplikasi farmakognosi. Buku ini bertujuan mentransformasi penggunaan bahan alam dari pengalaman empiris tradisional menjadi produk kesehatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, eksplorasi kekayaan hayati Indonesia yang mencakup tumbuhan, hewan, mikroorganisme, biota laut, hingga mineral dituntut untuk selalu ditunjang oleh pembuktian mutu, efektivitas, keamanan, dan keberlanjutan.

Secara sistematis, buku ini terbagi ke dalam sembilan bab pembahasan utama yang mencakup seluruh aspek mendasar dan aplikatif kefarmasian. Pembahasan diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan konsep, sejarah, ruang lingkup, serta peran farmakognosi dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain. Selanjutnya, buku ini menguraikan keragaman sumber bahan alam serta tahapan penanganan simplisia dan standardisasinya melalui pengujian makroskopik, mikroskopik, hingga penetapan parameter spesifik dan nonspesifik. Konsep metabolit primer dan sekunder, jalur biosintesis, serta pengaruh faktor lingkungan dan genetik turut ditelaah secara mendalam bersamaan dengan eksplorasi berbagai golongan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan minyak atsiri. Dari sisi metodologi, dijelaskan prinsip ekstraksi konvensional maupun modern (green extraction), pemekatan ekstrak, metode skrining fitokimia kualitatif, hingga uji aktivitas biologis secara in vitro dan in vivo seperti uji antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Pembahasan ditutup dengan studi kasus bahan alam Indonesia melalui analisis kromatografi (KLT/KCKT) dan contoh pengembangan pegagan (Centella asiatica) sebagai bahan aktif.

Sebagai panduan akademik, buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi di bidang farmasi. Melalui pendekatan ilmiah terintegrasi, karya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teoretis, membina sikap kritis analitis, serta menginspirasi berbagai riset dan inovasi baru dalam pengembangan obat herbal terstandar, fitofarmaka, maupun produk kosmetik berbasis kekayaan hayati.

10 Buku Terbitan Terbaru

Yayasan Bina Lentera Insan

...

Chat ke Mimin
YBLI LOGO

Yayasan Bina Lentera Insan

Jadilah lentera yang menerangi

Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Hubungi Kami