Sebagai bagian dari implementasi aksi nyata dalam program RISE, Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) kini tengah mengembangkan inovasi kompor berbahan bakar minyak goreng bekas (jelantah) sebagai solusi energi terbarukan yang inklusif. Ketua YBLI, Asep Rahman, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat di Kota Manado. Uniknya, pasokan minyak jelantah sebagai bahan bakar utama diperoleh melalui integrasi sistem Bank Sampah di sekolah-sekolah mitra serta dukungan dari berbagai mitra kolaborasi yayasan yang selama ini konsisten dalam isu lingkungan.
Melalui kerja sama strategis dengan Yayasan Humanis Inovasi Sosial (Hivos), pengembangan kompor ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan limbah cair yang dikumpulkan oleh siswa dan warga melalui jaringan Bank Sampah, YBLI berupaya menerjemahkan hasil riset ketangguhan sosial-ekologi menjadi solusi praktis yang mampu mengurangi pencemaran lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam menciptakan kemandirian energi yang berkelanjutan melalui sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan lembaga swadaya.



