Yayasan Bina Lentera Insan melakukan sosialisasi ke SMAN 4 Manado pada Jumat, 30 Januari 2026, untuk memperkenalkan program Bank Sampah kepada jajaran pimpinan dan guru, serta peserta didik. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan literasi lingkungan bagi para siswa agar memiliki pemahaman yang sama mengenai manajemen limbah sekolah yang berkelanjutan. Pihak yayasan memaparkan bagaimana peran guru sangat krusial sebagai agen perubahan dalam memberikan teladan bagi siswa untuk memilah sampah secara efektif di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, Program Manager, Fahmi Kangiden, menjelaskan bahwa mekanisme bank sampah ini nantinya akan melibatkan partisipasi aktif staf sekolah dalam mengelola limbah anorganik agar memiliki nilai ekonomis. Program ini dirancang untuk mempermudah pihak sekolah dalam menangani volume sampah harian melalui sistem pencatatan yang rapi dan transparan. Para guru pun diajak berdiskusi mengenai integrasi pendidikan lingkungan ini ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler guna mendukung program sekolah hijau.
Langkah awal tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait teknis operasional dan penentuan lokasi pengumpulan sampah di area sekolah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pimpinan dan guru dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang bersih dan sadar lingkungan di Kota Manado. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kolaborasi antara Yayasan Bina Lentera Insan dengan Yayasan Humanis Inovasi Sosial dalam mendorong penguatan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi di lingkungan pendidikan.





