Lentera UMKM Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem wirausaha di Indonesia, salah satunya melalui partisipasi dalam Serial Diskusi Wirausaha: Ngabuburit Bareng TDA yang telah sukses diselenggarakan pada 17–19 Maret 2025. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Manado, Asosiasi Pengusaha Industri Kecil (APIK), dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ini mendapat respons luar biasa dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum yang tertarik dengan dunia bisnis.
Sebagai forum edukatif yang diadakan secara daring melalui Zoom, diskusi ini menghadirkan narasumber inspiratif yang berbagi wawasan dan strategi dalam membangun bisnis berkelanjutan. Tiga tema utama yang diangkat—Sociopreneur, Technopreneur, dan Creativepreneur—memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana inovasi dapat menjadi kunci dalam menciptakan bisnis yang berdampak sosial, berbasis teknologi, serta berorientasi pada kreativitas dan industri kreatif.

Lentera UMKM Indonesia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Lentera UMKM dalam memperkuat daya saing wirausahawan lokal. “Kami percaya bahwa edukasi dan jaringan yang kuat adalah kunci utama dalam membangun UMKM yang berdaya saing tinggi. Melalui forum seperti ini, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga kesempatan untuk berjejaring dan berkolaborasi,” ujar Asep Rahman, mewakili Lentera UMKM Indonesia yang juga Ketua TDA Manado.
Ngabuburit Bareng TDA yang berlangsung di bulan Ramadan juga menjadi momentum tepat bagi para peserta untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang tertarik untuk berwirausaha, Lentera UMKM Indonesia berharap inisiatif ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak pengusaha kreatif dan inovatif yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

