Bahasa:
- Indonesia
Status Rilisan:
- Segera Terbit

Jadilah lentera yang menerangi

Jadilah lentera yang menerangi
Bahasa:
Status Rilisan:
Buku Pengembangan Sapi Potong dalam Mendukung Pertanian Organik membahas pentingnya pengembangan usaha sapi potong sebagai bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan. Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian dan bertujuan menjadi acuan akademik maupun praktis dalam memahami peran strategis sapi potong, baik sebagai penghasil daging, sumber pendapatan peternak, maupun penyedia limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian. Buku ini menegaskan bahwa meningkatnya permintaan daging sapi nasional, keterbatasan produksi domestik, serta dampak lingkungan dari limbah ternak menuntut adanya model pengembangan peternakan yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Pembahasan buku mencakup kebijakan dan peranan pengembangan sapi potong, analisis keuntungan usaha, serta penerapan sistem integrasi sapi potong–tanaman dalam mendukung pertanian organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Minahasa memiliki prospek yang baik untuk pengembangan sapi potong lokal, didukung oleh ketersediaan lahan, populasi ternak, kelembagaan petani, serta akses pasar. Secara ekonomi, usaha sapi potong dinilai layak dan menguntungkan, dengan rata-rata keuntungan peternak sebesar Rp46.919.622,78 per tahun dan nilai R/C sebesar 2,45.
Buku ini juga menekankan bahwa integrasi sapi potong dengan tanaman pangan atau perkebunan dapat menciptakan sistem usaha tani yang sinergis melalui penyediaan pakan, peningkatan kesuburan tanah, pengurangan biaya input, serta penurunan risiko pencemaran lingkungan. Di lokasi penelitian, 164 ekor sapi milik petani mampu menghasilkan 161,62 ton pupuk organik per tahun, yang menunjukkan besarnya potensi limbah ternak sebagai sumber pupuk organik dalam menunjang pertanian organik. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi agresif, yaitu memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui optimalisasi lahan, penguatan kelembagaan petani, penerapan teknologi pakan, dan dukungan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pengembangan sapi potong berbasis integrasi dan zero waste dipandang sebagai model agribisnis yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
#10 Buku Terbitan Terbaru
Yayasan Bina Lentera Insan
Buku Pengembangan Sapi Potong dalam Mendukung Pertanian Organik membahas pentingnya pengembangan usaha sapi potong sebagai bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan. Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian dan bertujuan menjadi acuan akademik maupun praktis dalam memahami peran strategis sapi potong, baik sebagai penghasil daging, sumber pendapatan peternak, maupun penyedia limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian. Buku ini menegaskan bahwa meningkatnya permintaan daging sapi nasional, keterbatasan produksi domestik, serta dampak lingkungan dari limbah ternak menuntut adanya model pengembangan peternakan yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Pembahasan buku mencakup kebijakan dan peranan pengembangan sapi potong, analisis keuntungan usaha, serta penerapan sistem integrasi sapi potong–tanaman dalam mendukung pertanian organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Minahasa memiliki prospek yang baik untuk pengembangan sapi potong lokal, didukung oleh ketersediaan lahan, populasi ternak, kelembagaan petani, serta akses pasar. Secara ekonomi, usaha sapi potong dinilai layak dan menguntungkan, dengan rata-rata keuntungan peternak sebesar Rp46.919.622,78 per tahun dan nilai R/C sebesar 2,45.
Buku ini juga menekankan bahwa integrasi sapi potong dengan tanaman pangan atau perkebunan dapat menciptakan sistem usaha tani yang sinergis melalui penyediaan pakan, peningkatan kesuburan tanah, pengurangan biaya input, serta penurunan risiko pencemaran lingkungan. Di lokasi penelitian, 164 ekor sapi milik petani mampu menghasilkan 161,62 ton pupuk organik per tahun, yang menunjukkan besarnya potensi limbah ternak sebagai sumber pupuk organik dalam menunjang pertanian organik. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi agresif, yaitu memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui optimalisasi lahan, penguatan kelembagaan petani, penerapan teknologi pakan, dan dukungan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pengembangan sapi potong berbasis integrasi dan zero waste dipandang sebagai model agribisnis yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
#10 Buku Terbitan Terbaru
Yayasan Bina Lentera Insan
Buku Pengembangan Sapi Potong dalam Mendukung Pertanian Organik membahas pentingnya pengembangan usaha sapi potong sebagai bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan. Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian dan bertujuan menjadi acuan akademik maupun praktis dalam memahami peran strategis sapi potong, baik sebagai penghasil daging, sumber pendapatan peternak, maupun penyedia limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian. Buku ini menegaskan bahwa meningkatnya permintaan daging sapi nasional, keterbatasan produksi domestik, serta dampak lingkungan dari limbah ternak menuntut adanya model pengembangan peternakan yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Pembahasan buku mencakup kebijakan dan peranan pengembangan sapi potong, analisis keuntungan usaha, serta penerapan sistem integrasi sapi potong–tanaman dalam mendukung pertanian organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Minahasa memiliki prospek yang baik untuk pengembangan sapi potong lokal, didukung oleh ketersediaan lahan, populasi ternak, kelembagaan petani, serta akses pasar. Secara ekonomi, usaha sapi potong dinilai layak dan menguntungkan, dengan rata-rata keuntungan peternak sebesar Rp46.919.622,78 per tahun dan nilai R/C sebesar 2,45.
Buku ini juga menekankan bahwa integrasi sapi potong dengan tanaman pangan atau perkebunan dapat menciptakan sistem usaha tani yang sinergis melalui penyediaan pakan, peningkatan kesuburan tanah, pengurangan biaya input, serta penurunan risiko pencemaran lingkungan. Di lokasi penelitian, 164 ekor sapi milik petani mampu menghasilkan 161,62 ton pupuk organik per tahun, yang menunjukkan besarnya potensi limbah ternak sebagai sumber pupuk organik dalam menunjang pertanian organik. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi agresif, yaitu memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui optimalisasi lahan, penguatan kelembagaan petani, penerapan teknologi pakan, dan dukungan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pengembangan sapi potong berbasis integrasi dan zero waste dipandang sebagai model agribisnis yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.

Jadilah lentera yang menerangi
Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sekretariat YBLI
Kontak Kami
Jam Operasional
Informasi YBLI
Unit Kegiatan

Jadilah lentera yang menerangi
Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sekretariat YBLI
Unit Kegiatan
Informasi YBLI
Jam Operasional
Yayasan Bina Lentera Insan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Unit Kegiatan
Informasi YBLI
Sekretariat YBLI
Kontak Kami
Social Media
Jam Operasional
...