Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) mendukung pembentukan Tim Bank Sampah di SMA Muhammadiyah Manado yang dilaksanakan pada 22 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kemitraan YBLI dengan Yayasan Humanis Inovasi Sosial dalam mendorong penguatan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi di lingkungan pendidikan.
Pembentukan Tim Bank Sampah ini merupakan implementasi hasil riset Ketangguhan Sosial Ekologi dan Kesejahteraan Warga Pemukiman Kumuh di Kota Manado, yang menjadi bagian dari proyek RISE, sebuah konsorsium kerja sama antara universitas dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia dan Belanda. Melalui kegiatan ini, hasil riset diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berorientasi pada penguatan ketangguhan sosial-ekologi di tingkat lokal.
SMA Muhammadiyah Manado dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berada di wilayah yang tergolong rentan bencana, tepatnya di kawasan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara. Selain faktor kerentanan wilayah, sekolah ini juga merupakan bagian dari area riset sebelumnya, sehingga dinilai strategis sebagai lokasi intervensi lanjutan berbasis temuan riset.
Proses pembentukan Tim Bank Sampah dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah dan diarahkan secara langsung oleh Kepala Sekolah. Dalam kegiatan tersebut sekaligus ditetapkan struktur tim sebagai langkah awal penguatan sistem pengelolaan sampah sekolah yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, YBLI berharap SMA Muhammadiyah Manado dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah di satuan pendidikan, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi siswa dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, tanggung jawab sosial, dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana di wilayah perkotaan.













