Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan inklusif melalui pelaksanaan PADU (Program Pusat Ajar Disabilitas Unggul) yang diselenggarakan bersama PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bitung dan Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB). Program ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan komputer bagi penyandang disabilitas yang berlangsung pada 14–20 Januari 2025 di PKBM ISESW Kota Bitung.
Pelatihan komputer ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan dasar teknologi informasi bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka memiliki bekal yang relevan untuk meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, serta peluang berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dan sosial berbasis digital. Materi yang diberikan meliputi pengenalan perangkat komputer, pengoperasian aplikasi perkantoran dasar, serta pemanfaatan teknologi informasi secara praktis dan aman.
PKBM ISESW Kota Bitung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena perannya yang strategis sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat yang selama ini konsisten mendukung pendidikan nonformal dan pemberdayaan kelompok rentan. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembelajaran inklusif yang adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Program PADU merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Yayasan Bina Lentera Insan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan formal. Sebelumnya, YBLI telah melaksanakan berbagai kegiatan penguatan kapasitas masyarakat, termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan pendidikan nonformal, serta program pemberdayaan berbasis komunitas.
Sinergi antara Yayasan Bina Lentera Insan dan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bitung melalui Program PADU ini mencerminkan peran aktif dunia usaha dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi multipihak dalam memperluas akses pendidikan yang setara dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.
Melalui pelatihan komputer ini, Yayasan Bina Lentera Insan menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi secara aktif dalam masyarakat, sepanjang diberikan akses, ruang belajar, dan dukungan yang memadai.











